Skip to main content

MENULIS JURNAL

Halooo semuanya!!

Hari ini saya tidak akan membahas tentang makanan. Namun, tidak kalah menarik dengan makanan, saya akan membahas tentang bagaimana cara menulis jurnal yang baik dan benar.

Dikalangan mahasiswa menulis jurnal sudah menjadi hal yang lumrah, namun banyak pengalaman orang (termasuk saya) yang jurnalnya ditolak. Sebenarnya bagaimana cara menulis jurnal yang baik dan benar?? Yukkk saya akan membahasnya!!

1. Abstrak
Apa saja isi dalam abstrak yang akan dibuat?? Pada umumnya abstrak mengandung minimal empat bagian yaitu:
- latar belakang
- metode
- hasil
- kesimpulan.

Abstrak maksimum terdiri dari 250 kata dan minimum 150 kata. Ketika menawarkan atau ingin submit jurnal di dalam abstrak biasanya tidak lebih dari 150 kata.

2. Judul

Judul merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Saat membuat judul kadang kala kita lupa bahwa hal ini yang akan menarik mata pembaca untuk pertama kali. Jadi seharusnya judul yang akan dibuat adalah judul yang "seksi" (Dr. Albert Kuhon, 2016). Seksi dalam hal ini adalah yang mampu menarik perhatian pembaca untuk membaca isi dari jurnal yang kita buat. Judul yang baik setidaknya hanya terdiri dari 5 kata saja, namun jika memang merasa kurang dapat ditambahkan dengan sub judul.

3. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan suatu bagian yang isinya adalah alasan memilih penelitian. Kemudian, isi dari pendahuluan juga harus menjelaskan tentang definisi dari objek penelitian. Contoh: Penelitian tentang Rendang Padang. Isi pada bagian pendahuluan adalah alasan mengapa memilih penelitian tersebut apa, misalnya karena makanan tersebut asli dari Indonesia dan khas dari Sumatera Barat. Kemudian jelaskan bahan-bahan apa saja yg digunakan untuk membuat rendang Padang, nilai nutrisi, dan sejarah serta filosofi rendang Padang tersebut.

4. Metodologi
Metodologi berisi beberapa metode yang dijelaskan kemudian akan dipilih satu metode dan dijelaskan mengapa metode tersebut yang dipilih. Beberapa cara yang digunakan adalah penelusuran pustaka, penelusuran secara lisan turun-temurun, dan penulusuran arsip-arsip ataupun benda purbakala.

5. Hasil
Pada bagian ini, dipaparkan hasil yang telah didapat selama penelitian. Contohnya: Menjelaskan kalau makanan rendang tidak hanya ada di Padang saja namun ada di beberapa daerah lain dengan sebutan yang berbeda-beda. Kemudian, dijelaskan juga bagaimana cara membuat rendang Padang.

6. Pembahasan
Pada bagian ini semua hasil yang telah dipaparkan dibahas secara detail dan jelas. Contohnya: Penjelasan mengenai rendang Padang termasuk jenis atau kategori makanan apa? makanan utama, dessert atau pangan fungsional. Kemudian, dijelaskan cara penyajian dan cara mengonsumsi rendang Padang, serta filosofi dan fungsi bumbu-bumbu yang digunakan pada rendang padang.

7. Kesimpulan
Pada bagian kesimpulan berbeda dengan abstrak. Kesimpulan berisi apa, siapa, kapan, bagaimana, dan dimana. Kesimpulan mencakup semua hal yang tertuang di jurnal tersebut dan hasil yang diperoleh dari penelitian yang sudah dilakukan.

Comments

Popular posts from this blog

Masakan Asia

Hai semua :) Tulisan di minggu ke-lima ini saya akan menuliskan tentang masakan Asia. Makanan Asia (Asian Food) didefinisikan sebagai sebutan untuk makanan khas negara – negara di Benua Asia. Setiap negara – negara yang ada di Benua Asia memiliki citra rasa yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Beberapa negara di Asia memiliki ciri khas rasa makanan yang hampir sama dan memiliki komposisi makanan yang serupa. Namun, ada pula negara yang memiliki pengaruh kuliner dari benua lain seperti Amerika ataupun Eropa. Dibandingkan dengan makanan Eropa atau Amerika, makanan Asia cenderung lebih kompleks dalam hal rasa dan proses pembuatannya, karena umumnya makanan Eropa dan Amerika dimasak dengan cara yang lebih simple dengan bahan seperti garam, saus, susu dan umumnya menyajikan daging sebagai menu utama. Sedangkan makanan Asia umumnya menggunakan berbagai bumbu dan rempah – rempah tradisional, dengan proses pembuatan yang lebih lama dan kompleks serta cara penya...

LUMPIA SEMARANG

Hai semua :) Di minggu ketiga ini sudah dibagikan topik makanan lokal bagi setiap kelompok dengan cara undian. Kelompok saya yang beranggotakan 5 orang (Metta, Ivana, Cynthia, Inez, dan Saya Junita) mendapatkan topik makanan lokal yaitu LUMPIA SEMARANG. Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang sejarah lumpia semarang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia lumpia adalah makanan yang berupa dadar yang berisi daging, rebung, dan sebagainya, lalu di gulung dan digoreng, namun juga ada yang direbus. Lumpia berasal dari kata lun bing, dalam dialek Hokkian berbunyi lun pia yang berarti kue bulat. Lumpia di di Tiongkok disebut dengan chun juan (baca: ju-en cuen), Chun berarti musim semi dan juan berarti menggulung. Secara harfiah dalam bahasa Inggris menjadi spring roll kemudian diakui secara internasional makanan yang digulung dan berbentuk bulat panjang ini disebut dengan spring roll. Lumpia Semarang diberi nama berdasarkan bentuk maka...

TUGAS PERTAMA DI KELAS BUDAYA MAKANAN

 Hai semua :) Kali ini saya akan menuliskan hasil tugas pada minggu kedua mata kuliah budaya makanan. Tugas yang diberikan adalah review jurnal, kelompok saya mendapatkan tentang Kultural dan kapital simbolik dengan dan tanpa kendala ekonomi (Belanja makanan pada keluarga di Kanada dengan pendapatan rendah dan pendapatan tinggi). Kebiasaan makan berkaitan dengan ketidaksetaraan kelas sosial dalam cara yang kompleks. Uang memiliki dampak langsung pada kemampuan untuk membeli makanan yang diinginkan, tetapi kebiasaan makan dan prioritas juga timbul dari dan berkontribusi kepada konteks budaya dari kelas sosial. Sementara, keterbatasan finansial akan membatasi pilihan makanan untuk dibeli bagi orang yang memiliki sedikit uang, sosial dan budaya mengarahkan masyarakat tentang makan yang baik dan benar, dan mengarahkan persepsi akan kebiasaan makan apa yang tidak memuaskan, yang menjijikan, yang akan membatasi pembelian makanan bagi mereka yang memiliki perekonomian yang ...