Skip to main content

BELAJAR DI HOTEL SANTIKA BSD - TABLE MANNER CLASS

Halooooooo!!



Hari ini saya ingin bercerita pengalaman seru saat mengikuti Table Manner Class di Hotel Santika BSD dua hari lalu (Sabtu, 5 November 2016). Kegiatan ini diadakan terkait dengan mata kuliah Budaya Makanan di semester 7 ini bersama dosen pengampu Bapak Dr. Albert Kuhon. Apa saja yang dipelajari dan bagaimana keseruan kegiatan ini.. yuuukkk baca lebih lanjut!




Pagi itu, Sabtu, 5 November 2016 kami mahasiswa Teknolog Pangan angkatan 2013, Universitas Surya berpakaian rapih dan sopan memasuki Hotel Santika BSD. Acara dibuka dengan workshop atau penjelasan singkat tentang materi Table Manner Class. Hal-hal yang saya dapatkan saat workshop tersebut adalah sebagai berikut:

- Berpakaian yang rapih dan sopan
- Posisi duduk harus tegak, tidak boleh bersandar atau membungkuk
- Ketika makan, sendok/ garpu yang mendatangi mulut, bukan mulut kita yang mendatangi sendok/ garpu
- Ketika dalam satu meja makan, ada seseorang yang belum selesai pada hidangan pembuka, maka yang lain harus menunggu sampai orang itu selesai , barulah pelayan akan menghidangkan hidangan selanjutnya.
- Selama acara makan berlangsung, apabila ada yang ingin mengangkat telepon atau ke toilet, harus meminta izin kepada teman-teman satu meja.
- Hal yang terakhir namun tidak kalah penting adalah terdapat 2 kata yang wajib dipakai yaitu "Tolong" dan "Terima kasih". Kata-kata ini dikatakan kepada teman satu meja makan atau pun pelayan yang menghidangkan makanan.

Suasana Saat Workshop Table Manner Class


Berikutnya saya belajar bagaimana menempatkan alat-alat makan yang digunakan saat melakukan acara makan ala Barat. Gambar diatas merupakan penataan alat makan. Hal yang dapat dipelajari dari sesi ini adalah sebagai berikut:
- Serbet atau napkin diletakan ditengah-tengah
- Sebelah kanan dari Serbet atau napkin : ditempatkan yaitu Salad Knife, Soup Spoon, dan Dinner Knife
- Sebelah kiri dari Serbet atau napkin : ditempatkan yaitu Salad Fork dan Dinner Fork
- Sebelah kiri dari Salad Fork dan Dinner Fork : ditempatkan Side Plate dan Butter Knife
- Bagian atas dari Serbet atau napkin : ditempatkan yaitu Dessert Spoon dan Dessert Fork
- Posisi duduk harus berada persis di depan serbet atau napkin yang telah disiapkan
- Serbet atau napkin yang telah disiapkan diletakkan di atas paha kita, bukan di kerah baju kita. Tujuannya untuk melindungi pakaian kita serta dapat digunakan untuk mengelap mulut sedikit.
- Salad Fork dan Salad Knife digunakan untuk appetizer
- Side Plate dan Butter Knife digunakan untuk makan roti dengan butter
- Soup Spoon digunakan untuk makan soup
- Dinner Fork dan Dinner Knife digunakan untuk makan main course (khususnya steak)
- Dessert Spoon dan Fork digunakan untuk makan dessert
- Dalam menggunakan alat-alat makan diatas digunakan dari luar kemudian ke dalam.

Ada 5 macam hidangan yaitu:
- Appetizer = hidangan pembuka yang mampu meningkatkan nafsu makan
- Salad = termasuk dalam appetizer
- Soup = termasuk dalam appetizer
- Main Course = hidangan utama , contohnya nasi atau kentang
- Dessert = hidangan pencuci mulut, contohnya buah atau puding

Usai materi Table Manner disampaikan, setelah itu....... SAATNYA MAKAN-MAKAN!!


Menu pada saat Table Manner Class

Menu yang disajikan ada 5 yaitu:
1. Bread  : Soft Roll With Butter




2. Appetizer : Bruschetta Romana



3. Soup : Tomato Cream Soup



4. Main Course : Chicken Cordon Blue



5. Dessert : Tiramisu Cake



Segitu saja keseruan dan indahnya makanan-makanan yang disajikan pada saat Table Manner Class di Hotel Santika BSD. Semoga bermanfaat! :))




TERIMA KASIH!!


Comments

  1. Kak mau nanya, apa ada perbedaan rasa lumpia jogja sma lumpia semarang?
    terimakasih kak
    Wassalam

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Masakan Asia

Hai semua :) Tulisan di minggu ke-lima ini saya akan menuliskan tentang masakan Asia. Makanan Asia (Asian Food) didefinisikan sebagai sebutan untuk makanan khas negara – negara di Benua Asia. Setiap negara – negara yang ada di Benua Asia memiliki citra rasa yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Beberapa negara di Asia memiliki ciri khas rasa makanan yang hampir sama dan memiliki komposisi makanan yang serupa. Namun, ada pula negara yang memiliki pengaruh kuliner dari benua lain seperti Amerika ataupun Eropa. Dibandingkan dengan makanan Eropa atau Amerika, makanan Asia cenderung lebih kompleks dalam hal rasa dan proses pembuatannya, karena umumnya makanan Eropa dan Amerika dimasak dengan cara yang lebih simple dengan bahan seperti garam, saus, susu dan umumnya menyajikan daging sebagai menu utama. Sedangkan makanan Asia umumnya menggunakan berbagai bumbu dan rempah – rempah tradisional, dengan proses pembuatan yang lebih lama dan kompleks serta cara penya...

LUMPIA SEMARANG

Hai semua :) Di minggu ketiga ini sudah dibagikan topik makanan lokal bagi setiap kelompok dengan cara undian. Kelompok saya yang beranggotakan 5 orang (Metta, Ivana, Cynthia, Inez, dan Saya Junita) mendapatkan topik makanan lokal yaitu LUMPIA SEMARANG. Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang sejarah lumpia semarang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia lumpia adalah makanan yang berupa dadar yang berisi daging, rebung, dan sebagainya, lalu di gulung dan digoreng, namun juga ada yang direbus. Lumpia berasal dari kata lun bing, dalam dialek Hokkian berbunyi lun pia yang berarti kue bulat. Lumpia di di Tiongkok disebut dengan chun juan (baca: ju-en cuen), Chun berarti musim semi dan juan berarti menggulung. Secara harfiah dalam bahasa Inggris menjadi spring roll kemudian diakui secara internasional makanan yang digulung dan berbentuk bulat panjang ini disebut dengan spring roll. Lumpia Semarang diberi nama berdasarkan bentuk maka...

TUGAS PERTAMA DI KELAS BUDAYA MAKANAN

 Hai semua :) Kali ini saya akan menuliskan hasil tugas pada minggu kedua mata kuliah budaya makanan. Tugas yang diberikan adalah review jurnal, kelompok saya mendapatkan tentang Kultural dan kapital simbolik dengan dan tanpa kendala ekonomi (Belanja makanan pada keluarga di Kanada dengan pendapatan rendah dan pendapatan tinggi). Kebiasaan makan berkaitan dengan ketidaksetaraan kelas sosial dalam cara yang kompleks. Uang memiliki dampak langsung pada kemampuan untuk membeli makanan yang diinginkan, tetapi kebiasaan makan dan prioritas juga timbul dari dan berkontribusi kepada konteks budaya dari kelas sosial. Sementara, keterbatasan finansial akan membatasi pilihan makanan untuk dibeli bagi orang yang memiliki sedikit uang, sosial dan budaya mengarahkan masyarakat tentang makan yang baik dan benar, dan mengarahkan persepsi akan kebiasaan makan apa yang tidak memuaskan, yang menjijikan, yang akan membatasi pembelian makanan bagi mereka yang memiliki perekonomian yang ...